Di atas bukit batu gersang di luar goa, angin sore berembus sangat kencang dan liar, menyapu debu-debu hitam serta membawa aroma belerang yang menyengat. Uap panas yang keluar dari tubuh Martis membakar udara di sekitarnya, membuat pandangan di sekeliling tebing tampak membias bergelombang. Martis melayang tenang di angkasa, dipeluk oleh pendaran Api Suci Abadi Tingkat Dewa yang berpendar kian pekat dan pekat. Jubah tempurnya yang berujung keemasan melambai megah ditiup angin, memancarkan aura penumpasan mutlak yang tak terbatasi oleh hukum bumi. Di bawah kakinya, Torgar sang Penghisap Jiwa terbaring mengerang di atas tanah hitam gersang. Seluruh raga Torgar telah hancur total. Tulang dadanya remuk miring, wajah parutnya bersimbah darah hitam kental yang berbau busuk, dan urat-urat jiwanya bergetar hebat akibat pendaran api suci Martis yang merusak sistem sihir hitamnya. Pria yang tadinya begitu sombong, kejam, dan meremehkan nyawa anak-anak kecil kini hanya bisa merayap bagaika
اقرأ المزيد