Keesokan harinya, pemandangan paling menggelikan dalam sejarah Benua Utama terjadi di sepanjang jalan-jalan batu Kota Megah Pahlawan Api. Raja Gungnir, penguasa Benua Barat yang tadinya sangat arogan dan merasa tak tertandingi, kini berdiri kaku mengenakan celemek kain kumal seraya memegang sapu lidi raksasa. Di belakangnya, lima puluh ribu prajurit bertopeng besi yang tadinya begitu gagah, kini berbaris rapi membawa ember kayu, pengki, dan kain lap untuk membersihkan seluruh selokan serta dinding benteng kota! "Ayo, Raja Gungnir! Sapu bagian sudut jalan itu sampai mengkilap!" teriak Brakas sang Raksasa Perunggu seraya berkacak pinggang di tepi jalan. "Kalau masih ada sebutir debu yang tersisa, jatah makan siangmu cuma dapat kuah sayur tanpa daging!" "I-Iya, Paman Raksasa! Saya sapu sekarang juga!" jerit Raja Gungnir histeris seraya menyapu jalanan batu kencang-kencang sampai peluh dingin mengucur deras di dahinya. Kiki yang mengenakan zirah emas murni terbang melayang rendah d
اقرأ المزيد