Keberhasilan Rian, Kiki, Kira, dan Pasukan Garuda Hitam dalam menggagalkan serangan rahasia Sekte Bayangan Jiwa membuktikan bahwa Kota Megah Pahlawan Api tidak hanya berdiri kokoh karena keagungan Martis semata, tetapi juga dipimpin oleh generasi muda yang teramat tangguh, taktis, dan bijaksana. Namun, di balik kegembiraan warga dan prajurit, ada satu sosok yang diam-diam merasa sangat cemas, gelisah, sekaligus tersentuh menyaksikan pertempuran malam itu, dia Kaisar Malakori. Sambil memegang kain perca kumal dan ember kayu berisi air sabun di depan jendela besar kediaman utama, sang mantan Penguasa Kegelapan Benua Utara memperhatikan jalannya patroli Pasukan Garuda Hitam yang kian hari kian disiplin dan padu. Rasa hormat yang awalnya lahir dari ketakutan murni kepada Martis, kini perlahan bertransformasi menjadi rasa kagum yang amat mendalam terhadap filosofi kekeluargaan dan kedamaian di Kota Pahlawan Api. "Aku ini... dulu seorang Kaisar Agung yang memimpin puluhan ribu ksatria k
اقرأ المزيد