Aiden tidak menjawab dengan kata-kata. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Elena, menarik wanita itu hingga tidak ada jarak di antara mereka. “Aku akan tanya padanya langsung..” Ia menatap manik mata Elena dengan serius, “Apa kamu mau aku tembak atau aku peluk, Elena?”Elena terdiam sesaat sebelum akhirnya tersenyum, “Aiden, wajahmu yang seserius itu cukup membuat jantungku berdebar dan nyaris copot!” guraunya, Aiden pun terkekeh lalu melepaskan pelukannya. Setelah puas menikmati suasana pantai, Elena mengajak Aiden naik ke sebuah mercusuar tua yang sudah tidak beroperasi. Dari puncak mercusuar, pemandangan laut lepas terlihat begitu luar biasa. Angin bertiup kencang, membuat Elena sedikit menggigil karena gaun tipisnya.Tanpa berkata-kata, Aiden melangkah ke belakang Elena, menyelimuti bahu kecil wanita itu dengan jaket yang ia bawa. Ia memeluk Elena dari belakang, memberikan kehangatan tubuhnya."Terima kasih, Aiden," bisik Elena sambil menyandarkan kepalanya di bahu Aiden.
Read more