Sebenarnya dalam rangka apa makan malam itu diadakan?Suasananya saat makan terasa mencekam. Selain bunyi sendok dan piring beradu, tidak ada lagi suara yang terdengar.Aeri mengedarkan pandangannya memperhatikan semua orang di ruangan itu. Sepertinya memang tradisi di rumah ini untuk tidak bicara saat makan.Tapi bukan berarti suasana harus sesunyi ini. Kembali dadanya merasa sesak, sama sesaknya saat alerginya kumat."Uhuk ..., uhuk ...." Sialnya lagi dia harus tersedak di situasi sekarang.Arvan segera menyodorkan air putih padanya. Suaminya itu dengan lembut menepuk punggungnya."Kamu nggak apa-apa, Ri?" tanya Arvan.Aeri menunjuk pada punggungnya, "B ... huk ... biha lebih ... huk dikherasin?" pinta Aeri saat suaranya belum sepenuhnya jelas.Mengikuti perkataan Aeri, Arvan memukul punggungnya lebih keras lagi. Sayangnya dia terlalu mengerahkan tenaga, sampai-sampai badan Aeri terdorong ke depan."Sialan!" Tanpa sengaja umpatan itu lolos dari mulutnya.Rullistya yang mendengarnya,
Terakhir Diperbarui : 2024-01-09 Baca selengkapnya