Bombardir pesan dan telepon Aeri tidak satupun yang terbaca oleh Arvan. Padahal, suaminya itu sudah membuka pesannya. "Haishh!" Ingin rasanya Aeri melempar ponselnya itu ke kepala suaminya itu, andaikan dia tidak sayang ponselnya akan rusak. "Woi, aku tahu kamu baca pesanku, setidaknya balas, Cok!" Setengah berteriak Aeri mengirim pesan suara, membuat para tukang di dekatnya menoleh ke arahnya. Terlihat Arvan sedang typing, sayangnya ditunggu beberapa lama yang dikirim hanya satu kata "apa?" "Ahh, Anj*ng," umpatnya, dia menyugar rambutnya ke belakang, meski tidak lama karena hembusan angin, helaian rambutnya kembali menyentuh wajah. Angin juga membawa gumpalan tipis serat putih yang tidak disadari Aeri. Sekali lagi Aeri mencoba menelpon Arvan, di detik sebelum sambungannya terputus, akhirnya teleponnya diangkat juga. "Apa, aku lagi sibuk, kalau nggak penting kirim pesan aja." Tanpa basa-basi, suara dari seberang langsung mengultimatum. Akhirnya sumpah serapah, nama rak
Terakhir Diperbarui : 2023-04-06 Baca selengkapnya