Karena setahu Lian, dia lah orang yang meminta agar Arika yang jadi modelnya juga.Dengan watados-nya Aeri tersenyum, dia menggeleng kepala. "Nggak lah, tuh anak jelas nggak mau kalau langsung ku minta.""Hm, pantes." Lian ikut menggeleng juga.Aeri melempari Lian dengan handuk yang tepat mendarat di wajah laki-laki itu. "Mandi, gih, sana," suruhnya.Meski sedikit ngedumel, Lian akhirnya beranjak juga. Saat berpapasan dengan Mita, anak itu dengan sopan menyapa."Kak Lian."Karena kebiasaan, Lian akan mengusap rambut anak itu. Namun tiba-tiba, sebuah kipas mini mendarat di kepalanya."Anj, sakit woi!"Aeri tidak peduli dengan teriakan Lian, dia melototi laki-laki itu."Jangan coba-coba sentuh rambut Mita. Butuh 1 jam buat natanya, tahu nggak."Dengan polos, Lian menggeleng. "Nggak tahu." Sebelum kembali mendapat lemparan, buru-buru dia pergi.Mita yang melihatnya hanya tersenyum kecil. "Kakak sepertinya dekat banget, ya, sama kak Lian." Mita menoleh ke arah Aeri yang tengah mengeluarkan
Huling Na-update : 2023-08-07 Magbasa pa