Begitu taksi berhenti di depan klinik, Zaskia bergegas turun dan berlari masuk ke dalam. Langkahnya tergesa, napasnya memburu, dadanya naik turun menahan panik yang sejak tadi menggerogoti pikirannya. Gadis berambut pendek itu menoleh ke kiri dan ke kanan, matanya sibuk menyapu setiap sudut ruangan. Mencari satu wajah yang sejak tadi terus memenuhi benaknya. "Maaf, ruang pemeriksaan ibu hamil dimana, ya?" tanyanya pada salah satu pegawai kilinik. "Silahkan ikuti, jalan di depan. Lurus, nanti ada papan petunjuknya," Pegawai klinik dengan sabar menunjukkan arahnya. Setelah mengucapkan terima kasih, Zaskia segera melangkah cepat sesuai petunjuk yang ia dapatkan. Jantungnya berdegup kencang, seolah berlomba dengan langkah kakinya sendiri. "Zura…." panggilnya lirih namun penuh harap, saat sosok yang ia cari akhirnya terlihat. Meizura baru saja keluar dari ruang praktik dokter kandungan. Senyum manis terukir di wajahnya. Senyum yang begitu tenang, kontras dengan kegelisahan Zaski
Read more