"Khemm.... Aku lapar.... Kita mampir dulu cari makan," ucap Fagan tiba-tiba. Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Pria itu menoleh. "Kamu mau makan apa?" tanyanya lagi, tapi tak dihiraukan Meizura. Wanita itu menutup mulutnya rapat sambil mengarahkan pandangannya keluar jendela. "Aku bertanya sama kamu, Zura. Kamu tidak tuli kan?" ujar Fagan lagi. Sama seperti sebelumnya, Meizura tidak menjawab. Kesal, Fagan menghentikan mobilnya di pinggir jalan. "Meizura!" panggil Fagan. Wanita itu pun menoleh. "Aku tuli," jawabnya. "Telingaku tidak bisa mendengar suara orang yang bermuka dua," Seketika rahang Fagan mengeras dan matanya melotot tajam penuh amarah. Tak takut, Meizura menarik satu sudut bibirnya. Wanita itu sangat senang melihat ekspresi kemarahan Fagan. "Kamu," geram Fagan dengan suara tertahan. "Marah? Aku tidak peduli." Meizura kembali mengarahkan pandangannya keluar jendela. Berusaha sabar, Fagan menghembuskan nafas panjang. Tidak hanya sekali, tapi beberapa kali
Magbasa pa