Dinikahi tapi Tak Dicintai

Dinikahi tapi Tak Dicintai

last updateÚltima atualização : 2023-10-12
Por:  iva dinataCompleto
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
13 classificações. 13 avaliações
143Capítulos
143.6Kvisualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Kukira aku adalah wanita paling beruntung di dunia ini. Suamiku tampan dan sangat mencintaiku. Sikapnya juga sangat lembut dan penuh perhatian, sehingga membuatku dan semua keluargaku menganggap Fagan Zio Rafiandra sebagai suami terbaik di dunia. Namun, semua berubah ketika seorang wanita dari masa lalunya membuka tabir masa lalu mereka, menguak alasannya menikahiku. Ternyata, aku telah tertipu. Semua perhatian dan kasih sayangnya hanya akting belaka. Pernikahan kami semata untuk balas dendam sakit hatinya pada adik kandungnya sendiri. Mampukah aku menjalankan pernikahan ini, sedangkan hatiku telah terlanjur kecewa?

Ver mais

Capítulo 1

Kebenaran yang Menyakitkan

"Fagan tidak pernah mencintaimu." Kalimat itu keluar dari mulut seorang wanita cantik berwajah pucat.

Dia Mayang, mantan tunangan suamiku.

"Hanya akulah wanita yang ada di hatinya," katanya lagi.

Apa aku begitu bodoh? Langsung percaya dengan ucapan wanita yang sangat aku benci itu?

Tentu tidak. Hanya orang bodoh yang akan langsung percaya dengan hasutan mantan tunangan suaminya.

Meski marah, aku biarkan saja dia terus berbicara sesukanya.

"Sikap lembut yang Fagan tunjukkan hanya untuk menyakiti hati Ardiaz. Mungkin kamu tidak sadar, tapi Ardiaz sangat mencintaimu."

"Ardiaz sudah berusaha menghalangi kamu untuk menikahi Fagan. Tapi, kamu terlalu naif. Berlagak seperti pahlawan kesiangan demi menjaga nama baik keluarga yang gila hormat itu."

Ardiaz.

Wanita itu mulai membawa nama adik iparku. Dia bilang Ardiaz mencintaiku? Mustahil. Aku dan Ardiaz sudah seperti sahabat. Tidak ada cinta diantara kami.

Wanita ini memang tidak pernah berubah. Meski saat ini kini kondisinya sudah sangat buruk. Tapi hatinya tetap jahat. Mulutnya masih menebar fitnah demi merusak rumah tanggaku dengan Fagan.

Entah kapan dia akan bertobat?

Fagan benar. Harusnya aku tidak datang kesini. Fagan sudah melarangku. Tapi aku nekat datang karena rasa penasaran.

Dua hari yang lalu seseorang perawat datang ke rumah, menyampaikan pesan dari Mayang. Katanya, ingin bertemu denganku.

Perawat itu juga memberitahu, kondisi Mayang sudah tidak bisa disembuhkan. Tinggal menunggu waktu.

Fagan langsung melarangku pergi. Katanya, hidup mati Megan bukan urusan kami.

Melihat reaksi suamiku, aku jadi penasaran. Dan di sinilah aku sekarang. Dengan ditemani Adiba, sepupu Fagan, aku menemui Mayang.

Tubuh Mayang terlihat lebih kurus dari terakhir aku melihatnya. Wajahnya pucat dan mata sayu. "Kamu bodoh Zura," ucapnya tersenyum tipis.

Adiba yang sejak tadi diam, mulai gerah dengan omong kosong wanita ini. Beberapa kali dia berdecak kesal. "Kita pergi saja,"

"Sabarlah sebentar! Aku ingin tahu apa yang sebenarnya Megan inginkan ?" bisikku pada Adiba.

"Fagan pasti melarang kamu datang menemuiku?" Mayang kembali bersuara. "Itu karena dia takut aku menceritakan kebenarannya padamu."

Aku mengerutkan dahi. Mayang langsung tersenyum. Dia berhasil memancing rasa penasaranku.

"Selama ini dia hanya berpura-pura mencintaimu supaya Ardiaz sakit hati. Percaya atau tidak tapi Ardiaz sangat mencintaimu. Dia rela melakukan apapun demi kamu. Kepergiannya ke luar negeri juga karena kamu." Nada bicara Megan mulai meninggi. Ada rasa tak terima dalam nada bicaranya. Nafasnya memburu.

"Suamimu hanya menjadikan kamu sebagai alat untuk membalas dendam pada Ardiaz karena dia berselingkuh denganku."

Duar......

Seperti petir yang menyambar tepat di atas kepala. Pengakuan Mayang membuat telingaku berdenging.

Selingkuh? Balas dendam?

"Ya aku berselingkuh dengan Ardiaz dan anak yang aku kandung adalah anak Ardiaz Tapi mereka memaksaku untuk menggugurkannya." Mayang berteriak. Wajahnya memerah padam.

Aku masih membeku di tempat. Mataku memandang wanita itu lekat. Wajahnya yang pucat berubah memerah. Ada luka di sorot matanya yang mulai berair.

Mayang menangis.

"Aku sudah hampir mati. Aku tidak akan berbohong. Kalau kamu tidak percaya, tanyakan pada Adiba" Mayanh menujuk Adiba, membuat gadis itu gugup.

"Semua keluarga mereka juga tahu. Kalau pernikahanku dan Fagan batal karena aku berselingkuh dengan Ardiaz."

Aku menoleh, menatap Adiba. Gadis yang sejak tadi menggandeng tanganku itu menatapku sendu.

"Kak Fagan melarang kami cerita sama kamu," lirihnya namun bak ibarat pisau menyayat hatiku.

Degh.....

Dadaku berdenyut nyeri. Aku terkekeh, miris. Jadi, semua orang membohongiku?

Pengakuan Mayang mulai meracuni otak dan hatiku. Kenapa Fagan menipuku? Apa salahku?

Dia menikahiku untuk menjadikan aku alat balas dendam pada Ardiaz, tega!!

Sekuat tenaga, aku menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata. Aku tidak boleh terlihat lemah di depan mantan kekasih suamiku itu.

"Apa kamu ingat kedatangan terakhirku ke rumah orang tua Fagan?"

Kali ini aku mengangguk untuk menjawab pertanyaan Mayang.

"Saat itu Fagan sengaja membiarkan aku mendorongmu untuk menyulut amarah Ardiaz. Fagan juga sengaja membiarkan Ardiaz menolongmu supaya aku melihat sikap lembut Ardiaz padamu. Saat kalian pergi, Fagan berbisik, 'Ardiaz hanya akan bersikap lembut pada orang yang dicintainya pertama Mamanya, kedua Meizura."

Tes....

Tak terbendung, lelehan bening mengalir deras dari kedua mataku. Aku sudah tak bisa lagi menahan perih dalam dadaku.

Detik ini, aku lihat Mayang tersenyum puas.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Adiba memegangi lenganku.

Aku mengangguk. "Aku baik-baik saja."

Meski begitu, air mata mengalir semakin deras saja. Sampai membasahi kemeja merah maroon yang kukenakan.

"Jika masih kamu tidak percaya, pulanglah! Tanyakan sendiri pada Fagan!"

"Kenapa kamu baru memberitahu semua kebenaran ini sekarang?" tanyaku. Aku ingin tahu tujuannya.

"Karena aku merasa bersalah, telah membuatmu masuk ke dalam lingkaran dendam antara aku, Ardiaz dan Fagan."

Aku kembali terkekeh, merasa bersalah? Haruskah aku percaya dengan pengakuan wanita yang umurnya sudah tidak lama lagi ini?

"Apa mereka tahu jika janin yang kamu kandung itu anak Ardiaz?" Aku penasaran mengapa mertuaku memaksa Megan untuk aborsi.

Wanita itu menunduk sebentar lalu kembali menatapku datar. "Mereka tahu, tapi tidak percaya. Menurut mereka janin itu adalah anak Hendrick," jawabnya dengan suara tercekat.

Aku terkesiap. Hendrick? Dia membawa nama sepupu suamiku.

"Hendrick saudara sepupu Fagan, maksdumu?"

Megan mengangguk.

"Kamu juga selingkuh dengan Hendrick?" Aku melebarkan mataku. Rasanya tak percaya dengan apa yang tiba-tiba muncul di otakku.

"Iya,," jawab Mayang seraya membuang muka kearah jendela kamar. Dia tampak malu dan sedih.

Astaga.... Miris sekali wanita ini. Benar-benar gila.

"Pantas saja, mereka tidak percaya padamu! Kamu semurah itu," cibirku yang aku yakin menampar wanita itu telak.

Mayang menatapku tajam. Nafasnya memburu dan wajahnya kembali memerah. Dan aku tersenyum puas melihatnya.

Mungkin orang akan menganggap aku kejam. Tapi perbuatan Mayang sudah sangat keterlaluan. Berselingkuh dengan adik dan saudara sepupu Fagan. Dan membuatku terseret dalam arus percintaan mereka.

Jujur, aku tidak menyalahkan Fagan karena membencinya.Tapi Fagan tidak seharusnyaa menyeretku. Menjadikan aku alat balas dendam.

"Aku berselingkuh dari Fagan juga ada alasannya,"

Aku tersenyum sinis. Naif sekali, membenarkan sebuah kesalahan dengan menyalahkan korbannya.

"Fagan terlalu sibuk dengan kuliah dan pekerjaan. Hampir setiap hari dia menghabiskan waktunya di kampus dan kantor. Mengangkat telfonku saja tidak sempat. Berbeda dengan Ardiaz. Kapanpun aku minta, dia pasti akan datang dan mengantarku kemanapun aku ingin pergi."

Alasan yang diutarakannya sama sekali tak merubah penilaianku. Aku membenci wanita ini. Wanita jahat yang lidahnya penuh bisa beracun.

Dia salah jika ingin mencari simpati dariku. Sayang sekali aku bukan wanita berhati lembut yang mudah luluh dengan air mata dan wajah melasnya itu.

"Apa kamu sudah selesai bicara? Jika sudah, aku akan pergi. Semoga kamu cepat sembuh dan punya waktu untuk bertobat," pungkasku.

Tanpa menunggu jawaban, langsung berbalik dan keluar dari ruang perawatan yang penuh dengan aroma obat dan disinfektan itu.

"Aku harus menemui Fagan. Dia harus menjelang semuanya,"

🍂🍂🍂

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

avaliaçõesMais

Azizah Sabar
Azizah Sabar
ceritanya menarik dan selalu membuat penasaran
2024-12-06 20:07:44
1
1
Cahya Kinanthi
Cahya Kinanthi
top.. bagus ceritanya..
2024-05-31 21:26:23
1
1
Asbhy N Diaz
Asbhy N Diaz
suka dengan ceritax....
2024-03-22 05:39:23
2
1
Dewi K
Dewi K
menarik ceritanya
2023-10-17 14:12:14
2
0
Dewi K
Dewi K
yah kak padahal ceritanya bagus lanjut dong
2023-10-17 14:06:28
2
2
143 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status