POV Meizura “Jangan salah paham dulu! Aku akan jelaskan. Tolong dengarkan aku!” pintanya lagi. Aku tetap membuang muka, menolak menatapnya. Saat tangannya mencoba menyentuhku, kutepis kasar tanpa ragu. Namun anehnya, alih-alih marah, ia justru tertawa pelan. Refleks aku menoleh. Kutatap pria itu dengan sinis. “Aku senang melihat kamu seperti ini,” ucapnya ringan, matanya justru berbinar. “Sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit cemburu. Kamu sudah mulai kembali seperti dulu.” Aku memutar bola mata jengah. Entah sejak kapan, Mas Fagan kembali bersikap seperti di awal-awal pernikahan kami. Hangat, santai, seolah tak pernah ada luka di antara kami. Dan harus kuakui, ia memang pernah menjadi suami yang sangat baik. Sebelum aku mengetahui kebohongan itu. Kebohongan yang perlahan merusak semuanya, membuat hubungan kami memburuk sejak beberapa bulan terakhir hingga hari ini. Padahal aku tidak meminta banyak. Aku hanya ingin ia jujur. Mengakui kesalahannya dengan kepala tega
Read more