"Dokter bilang, kondisimu masih lemah. Jadi sebaiknya kamu nginap aja di sini, ya. Ini juga rumahmu, Maura. Mulai sekarang, kamu dan Dewangga tinggal aja di kamar ini. Nggak boleh naik tangga." Oma Ambar tersenyum sumringah, mengantar Maura ke kamar tamu di rumah keluarga besar mereka di lantai satu. Mata tuanya memancarkan keceriaan yang tak bisa ditutupi apapun, membuat Laura, Vivian, dan Clara saling melirik diam-diam saat ketiganya diberi tahu bahwa Maura tengah hamil. "Oma, dia cuma hamil. Emangnya anak itu anaknya kak Angga?" celoteh Clara yang ikut mengekor ke kamar itu, tak tahan untuk berkomentar, membuat Dewangga yang tengah membereskan pakaian Maura ke dalam lemari kayu meliriknya tajam, sementara Vivian menyikut lengan Clara, memintanya untuk diam. Oma Ambar yang suasana hatinya tengah baik, cuma tersenyum. "Jangan dengerin omongan jelek apapun. Siapapun di rumah ini nggak punya hak berkomentar buruk tentang kamu," tegas wanita tua itu sambil mengusap rambut Maura
Last Updated : 2026-01-26 Read more