"Sialan! Kenapa Arham lama sekali merespons?!" umpat Anji dengan suara serak melengking, memukul tiang beton di dekatnya hingga menimbulkan suara benturan yang keras.Zara melenguh pelan dari balik kain penutup mulutnya, mencoba menggerakkan pergelangan tangannya yang mulai lecet akibat gesekan tali tambang yang amat kencang.Anji berbalik cepat, melangkah menghampiri kursi tempat Zara terikat. Pria itu membungkukkan tubuhnya, menatap wajah Zara dengan sorot mata yang dipenuhi racun kegilaan dan rasa frustrasi yang telah memuncak."Jangan banyak bergerak, wanita sialan!" bentak Anji seraya menyambar dagu Zara secara kasar, memaksa wanita itu mendongak menatap matanya. "Gara-gara kamu dan kebetulan rumah sakit itu, seluruh rencanaku dan Gina jadi berantakan!"Zara membelalakkan matanya, menggerakkan kepalanya kasar untuk melepaskan cengkeraman tangan Anji dari dagunya."Kamu pikir kamu siapa, hah?!" kekeh Anji dengan tawa sumbang yang terdengar menakutkan di dalam ruangan kosong
Magbasa pa