Suara bel sekolah berbunyi nyaring memecah keheningan siang yang terik, menandakan jam pelajaran terakhir telah usai. Pintu-pintu kelas terbuka lebar secara serentak, memuntahkan puluhan anak berseragam rapi yang berlarian keluar sambil berteriak gembira. Mereka menyandang tas ransel warna-warni, berebut menuju gerbang utama tempat orang tua atau pengemudi jemputan telah menunggu.Anji berdiri di dekat koridor lantai satu dengan jantung yang berdegup kencang tidak karuan. Keringat dingin terus mengucur deras dari pelipisnya, membasahi kerah jaket bomber hitam yang ia kenakan untuk menutupi kegugupannya. Tangannya sesekali meremas saku celana, memastikan kunci mobil sewaan dan ponsel murahnya berada di tempat yang aman."Tuan Anji, sedang mencari siapa?" tanya Bu Siska, wali kelas Sean, yang kebetulan melangkah keluar ruang guru sambil membawa setumpuk buku tulis.Anji mengerjap kaget, lalu segera memasang senyuman paling ramah yang bisa ia buat di hadapan sang guru. "Ah, halo Bu S
Leer más