Ujung bilah pisau berkarat menempel sangat dekat di kulit leher Zara, memancarkan hawa dingin yang menusuk tulang di tengah ruangan gelap gulita. Bau anyir darah bercampur keringat basi menguap pekat dari tubuh wanita yang mencengkeramnya erat-erat dari belakang. Napas Gina memburu kasar, terdengar memburu di telinga Zara bagaikan raungan binatang buas yang siap merobek mangsanya kapan saja."Malam ini tidak ada lagi tempat buat kamu lari, Zara," bisik Gina penuh racun kebencian tepat di samping telinga mangsanya.Zara menggigit bibirnya hingga terasa amis, merasakan tetesan air mata hangat mengalir deras membasahi pipinya yang pucat pasi karena ketakutan. Kegelapan malam di dalam rumah petak itu membuat suasana terasa semakin mencekam, menyisakan deru napas mereka berdua yang bersahutan di udara. Di balik rasa takut yang melumpuhkan sekujur tubuhnya, ada kejut luar biasa saat ia mengenali suara serak parau penyerang tersebut."Gina ...," rintih Zara tercekat, memanggil nama perem
Read more