Langit pagi di pemakaman umum tampak kelabu menggantung, menyiramkan hawa dingin yang menusuk tulang hingga ke permukaan tanah basah. Barisan batu nisan berjejer rapi di bawah naungan pohon rindang, menciptakan suasana khidmat yang dipenuhi duka mendalam. Arham berdiri tegap mengenakan jas hitam formal, merangkul pundak Zara yang berdiri terpaku menatap gundukan tanah baru di hadapannya. Di atas pusara segar itu tertulis nama Gina Susanti, saudari kembar yang menutup mata dalam tragedi berdarah beberapa hari lalu.Semua prosesi pemakaman itu diurus langsung oleh Arham dengan biaya penuh, memastikan kembarannya mendapatkan tempat peristirahatan terakhir yang layak. Makam Gina sengaja ditempatkan tepat di samping pusara orang tua kandung mereka, menyatukan kembali keluarga yang sempat terpisahkan oleh takdir kejam. Tidak banyak orang yang hadir di tempat itu selain Arham, Zara, Lusi, serta beberapa petugas pemakaman yang merapikan taburan bunga.Zara menunduk dalam-dalam, memegang se
Leer más