"Bunda??"Aurora terheran saat Dean mengatakan Marion. Ia berusaha menebak. Mencoba mencari arah pembicaraan ini. Apa hubungannya semua ini dengan bunda Aurora yang telah tiada sejak lama."Dulu Ayah, Darius, dan bunda kamu berteman dekat. Bisa dibilang Ayah menyayangi Darius seperti saudara Ayah sendiri. Namun, semua menjadi rusak karena hal itu terjadi."Dean diam. Wajahnya sendu. Berbicara tentang hal ini seolah membuatnya kembali ke masa lalu. Perasaan itu. Rasa sakit, sedih, dan bahagianya. Masih bisa ia rasakan.Aurora duduk tenang mendengarkan dengan seksama. Ia tak ingin menyela. Hanya ingin mendengarkan semua cerita Ayahnya.(Flash back)Dua puluh tahun yang lalu. Di sebuah sekolah SMA. Tiga orang murid berseragam abu-abu sedang makan bersama di kantin."Aaa ... aaa ... buka mulut!"Aeemmm ... Marion menyuapi makanan pada Darius kekasihnya. Setelah itu mereka tertawa bahagia."Hmm ... iya, iya, yang lagi jatuh cinta. Eh, kalian anggap apa gue di sini. Debu kantin. Apa lalat t
Read more