Share

38. SALAH HATI

Author: Mystique
last update publish date: 2026-02-14 18:53:43

"Sedang apa kalian?"

Suara Darius menyadarkan Dean dan Marion.

"Eh," Dean langsung melepas pegangan tangannya pada Marion.

"Sorry, Dar. Tangan Marion kena kuah bakso. Gue bantu bersihin biar nggak melepuh," Dean menjelaskan.

"Iya, Sayang." Tambah Marion. Tidak ada raut mencurigakan dari mereka berdua. Kecuali wajah Dean yang sedikit gugup.

Meski Dean dan Marion tidak melakukan apa pun. Entah kenapa sedikit di hati Dean merasa bersalah. Sejak wajah Marion tiba-tiba terbayang. Sejak tadi tiba-ti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   (S2) 32. SENJATA MAKAN TUAN

    Suara sirene ambulans dan pemadam kebakaran di luar Hotel Gran Melia terdengar seperti latar belakang yang jauh bagi Chika. Ia duduk di dalam ambulans, bahunya dibungkus selimut darurat, namun matanya terpaku pada ponsel Sherly yang masih menyala di genggamannya.Kalimat itu terus berulang di kepalanya seperti kaset rusak. “...karena dia bukan anak kandungmu.”Dewa berdiri di sampingnya, mengabaikan luka bakar ringan di lengannya. Ia menatap Chika dengan cemas. "Chika, kamu harus ke rumah sakit. Paru-parumu perlu diperiksa."Chika mendongak, wajahnya yang terkena jelaga tampak pucat pasi. "Dewa... dengarkan ini."Ia memutar kembali pesan suara itu. Dewa membeku. Keheningan yang janggal tercipta di antara mereka, kontras dengan hiruk-pikuk petugas medis di sekitar mereka."Itu suara Nyonya Martha," bisik Dewa. "Dia bicara pada Papamu."Belum sempat Dewa mencerna informasi itu, sosok Dion Adiwangsa muncul di depan pintu ambulans. Wajah sang raksasa bisnis itu tidak lagi menunjukkan amar

  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   (S2) 31. JEBAKAN SKANDAL

    Setelah malam pengakuan di bawah bintang, Chika terbangun dengan perasaan bahwa dunia sedikit lebih ringan. Namun, di dunia korporat yang kejam, ketenangan hanyalah jeda sebelum badai kategori lima menghantam.Pagi itu, kantor Dewangga Corp tidak lagi dipenuhi oleh bisik-bisik soal asisten culun, melainkan oleh kepanikan massal.Layar monitor di lobi menampilkan grafik merah yang menukik tajam. Adiwangsa Group baru saja mengumumkan Hostile Takeover—pengambilalihan paksa—terhadap Dewangga Corp.Dion Adiwangsa tidak lagi bermain di balik bayangan. Ia menyerang jantung pertahanan Dewa dengan membeli saham-saham kecil di pasar terbuka dalam jumlah masif."Papa benar-benar melakukannya," bisik Chika saat ia memasuki ruangan Dewa.Dewa berdiri di depan jendela kaca besarnya, ponsel di telinganya tak henti-henti bergetar. "Dia menyerang saat kita sedang lemah pasca skandal Martha. Dia ingin melumpuhkan operasional kita sebelum kita sempat memulihkan dana taktis yang dicuri kemarin."Namun, s

  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   (S2) 30. PENGAKUAN DI BAWAH BINTANG

    Dua jam yang diminta Dewa terasa seperti dua abad bagi para penghuni lantai tiga puluh. Ketika pintu ruang komisaris kembali terbuka, suasana tidak lagi dipenuhi teriakan. Heningnya mencekam, seperti udara sesaat sebelum badai besar menghantam pesisir. Chika melangkah masuk lebih dulu. Ia tidak lagi membawa tumpukan map kertas. Ia hanya membawa sebuah tablet tipis. Di belakangnya, Dewa berjalan dengan langkah tegap, matanya lurus menatap Martha yang duduk di ujung meja dengan tangan bersedekap angkuh. "Waktumu habis, Dewa," ujar Martha dingin. "Mana bukti bahwa asistenmu ini tidak merampok perusahaan?" Chika tidak menunggu Dewa menjawab. Ia meletakkan tablet-nya di tengah meja dan mengaktifkan proyeksi layar. "Saya tidak akan membela diri soal IP address atau jejak digital yang bisa dimanipulasi, Nona Sherly," Chika melirik Sherly yang mulai tampak gelisah. "Saya akan bicara soal aliran dana yang sebenarnya." Layar proyektor menampilkan skema rumit. Titik merah menunjukkan dana

  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   (S2) 29. FITNAH HARTA

    Pagi itu, Jakarta menyambut Chika dengan tajuk berita yang lebih panas dari terik matahari Sudirman. Foto dirinya yang mengenakan jaket hoodie lusuh dengan tangan terborgol di depan sebuah gedung di London tersebar luas.Narasi yang dibangun Martha dan Sherly sangat rapi dan mematikan. Chika digambarkan sebagai sosiopat pemberontak yang memiliki catatan kriminal, yang menyusup ke Dewangga Corp untuk melakukan sabotase dari dalam.Dampak instannya nyata. Saham Dewangga Corp terjun bebas sebesar 4,8% dalam pembukaan pasar pagi ini.Di ruang rapat dewan komisaris, suasananya jauh lebih dingin daripada pendingin ruangan yang disetel ke suhu minimal. Nyonya Martha duduk di kursi utama, mengelilingi meja bersama para pemegang saham kawakan yang wajahnya tampak sangat tidak puas.Dewa berdiri di ujung meja, sementara Chika—yang menolak untuk bersembunyi—berdiri tegak di sampingnya."Dewa, ini sudah keterlaluan!" salah satu komisaris senior menggebrak meja. "Reputasi perusahaan ini dibangun s

  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   (S2) 28. NYONYA MARTHA DAN SHERLY

    Kehancuran di Grand Ballroom semalam menyisakan puing-puing reputasi yang berserakan. Berita tentang kegagalan pertunangan Dewa dan pengkhianatan Sherly menjadi santapan liar media sosial. Namun, di kediaman mewah keluarga Dewangga yang bergaya kolonial, suasana justru terasa seperti markas militer yang tengah merancang serangan balik.Nyonya Martha duduk di kursi goyangnya, menatap perapian yang padam dengan mata merah karena amarah. Di depannya, Sherly terisak—entah tulus atau sekadar akting—sembari memegang kompres es di pipinya yang memerah akibat tamparan Martha semalam."Berhenti menangis, Sherly! Air matamu tidak akan mengembalikan saham yang anjlok pagi ini," bentak Martha, suaranya parau namun tajam."Tante... Chika itu iblis. Dia meretas ponselku! Dia mempermalukanku di depan semua orang!" Sherly merengek, mencoba mencari pembelaan. "Kita harus menghancurkannya. Kita tidak bisa membiarkan putri Adiwangsa itu menguasai Dewa."Martha berdiri, berjalan menuju jendela yang mengh

  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   (S2) 27. TOPENG TERBUKA

    Lampu kristal di Grand Ballroom Hotel Mulia berpijar dengan kemewahan yang menyakitkan mata. Malam ini adalah "Gala Dinner Tahunan Dewangga Corp", namun semua orang tahu ini hanyalah panggung sandiwara untuk sebuah pengumuman besar. Karpet merah telah digelar, para petinggi bisnis bersulang dengan sampanye mahal, dan puluhan wartawan ekonomi berkerumun di barisan depan.Di balik layar monitor di salah satu kamar suite di lantai atas hotel, Chika duduk dengan tenang. Ia tidak lagi memakai kacamata besarnya. Rambutnya disanggul modern yang elegan, dan ia mengenakan gaun sutra berwarna hitam pekat yang jatuh sempurna di tubuhnya—pemberian Dewa yang dikirim melalui Rahmat pagi tadi."Pak Dewa dan Nona Sherly baru saja turun dari mobil, Nona Chika," suara Rahmat terdengar dari earpiece yang tersembunyi di balik telinga Chika.Chika menatap layar monitor. Dewa tampak luar biasa tampan dengan tuksedo hitam custom-made. Namun, wajahnya sedingin es utara. Di sampingnya, Sherly menggelayut manj

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status