"Tuan Muda Kevo, nggak heran kamu adalah anggota keluarga besar, mental kuat yang ingin bangkit kembali setiap kali mengalami kegagalan, ya pantas saja keluarga-keluarga besar seperti keluargamu sangatlah arogan."Ardika menghela napas, lalu berkata, "Tapi, Tuan Muda Kevo, mungkin kamu sudah nggak punya kesempatan lagi.""Apa maksudmu?"Kevo tertegun sejenak. Detik berikutnya, tiba-tiba saja dirinya bergidik ngeri. Dia berteriak dengan marah, "Kamu mau mengingkari janjimu, mau membunuhku?""Dasar bajingan! Aku sudah memberikan Giok Katak Emas padamu, kamu sendiri yang bilang dendam antara kita sudah selesai!"Ardika menggelengkan kepalanya, lalu berkata dengan acuh tak acuh, "Dendam di antara kita selesai? Aku nggak menjanjikan soal itu. Sejak awal yang aku katakan adalah, kamu memberikan Giok Katak Emas padaku, maka aku akan mengampuni nyawamu.""Yah, walau aku sendiri yang merebut Giok Katak Emas itu, aku adalah tipe orang yang menepati janji. Jadi, boleh dibilang kita juga sudah men
Read more