Tidak ada yang menyangka, pesta perayaan masih belum dimulai, mereka sudah disuguhi tontonan menarik seperti ini.Hanya saja, tidak ada yang melihat, setelah sosok bayangan Ardika menghilang dari aula utama itu, bulir-bulir air mata langsung menggenangi mata Luna.Hanya saja, dia segera mengedipkan matanya, berusaha menahan air mata yang akan mengalir deras itu.Di luar aula utama, begitu Ardika dan dua orang lainnya keluar, kebetulan bertemu dengan Vita yang baru saja tiba.Melihat Ardika hendak pergi dengan membawa dua orang wanita itu, Vita tertegun sejenak. Kemudian, dia segera membungkukkan badannya untuk memberi hormat, lalu bertanya, "Kak Ardika, ada apa ini?""Maaf, aku ada sedikit urusan, aku nggak bisa menghadiri pesta perayaanmu lagi," kata Ardika.Walaupun Ardika tidak menunjukkan ekspresi apa pun, tetapi melalui sorot mata penuh amarah di mata dua orang wanita di sampingnya, Vita tahu sebelum dia datang, pasti sudah terjadi hal yang tidak menyenangkan di dalam aula utama.
Read more