Hanya dengan sekali lihat saja, Ardika sudah tahu apa rencananya.Yah, pria itu hanya ingin mengelabui mereka agar mereka pergi, lalu memindahkan pasien. Saat itu tiba, akan sangat sulit bagi mereka untuk bertemu pasien lagi."Kami hanya punya satu permintaan, selama kamu menyerahkan Rivani, maka nggak ada urusanmu lagi."Suara dingin Ardika terdengar, sorot mata sedingin esnya tertuju pada Juan.Tiba-tiba saja, Juan merasakan sekujur tubuhnya merinding, seperti telah menjadi incaran sesuatu yang menakutkan.Saat dia mengangkat kepalanya, mengalihkan pandangannya ke arah Ardika, dia merasa orang itu sangat menakutkan.Jelas-jelas sorot mata orang itu biasa-biasa saja, tetapi saat sorot mata itu tertuju padanya, membuatnya seperti kesulitan bernapas."Siapa kamu? Kenapa aku nggak pernah mendengar tentangmu?"Walaupun telah merasakan adanya ancaman, tetapi mengingat tempat ini adalah Glokow, wilayah kekuasaannya, seberapa hebat pun mereka juga tidak akan bisa menyerangnya.Apalagi, di te
Read more