"Ibu, apa yang kamu lakukan? Dia sama sekali nggak mau uang."Kesya merasa sangat malu, juga merasakan penghinaan ibunya yang disengaja."Dia bahkan belum bicara, bagaimana kamu bisa tahu?"Andelin menatap Ardika dengan sikap yang terkesan agak ramah.Melihat pemandangan itu, Dikta ingin membantu, tetapi mengingat identitas Andelin, dia tidak berani menyinggung wanita itu. Jadi, pada akhirnya dia hanya bisa diam saja."Dan, kalau tadi bukan karena dia membantuku, masalah kami nggak akan bisa terselesaikan. Selain itu, Linko bahkan mengirim orang datang kemari untuk menyakitiku."Kesya menceritakan kejadian sebelumnya secara menyeluruh.Alasannya melakukan ini adalah, agar ibunya tahu dirinya dan Ardika hampir saja disakiti."Terima kasih banyak, Dikta."Setelah mendengar ucapan putrinya, mengetahui tadi Dikta yang turun tangan membantu putrinya menyelesaikan masalah, Andelin makin merasa hal ini tidak ada hubungannya dengan Ardika yang berada di hadapannya itu.Dikta mengenalnya, sudah
Read more