Amelia menunggu sampai lagu yang diputar di kafe berganti. Baru sesudah suasana terasa sedikit lengang, dia meletakkan sendok di atas piring, menatap Jihan cukup lama, seolah sedang memastikan sesuatu yang hendak dia ucapkan. "Kau berubah banget belakangan ini, Ji."Penuturan barusan membuat Jihan mengangkat alis, "Sejak kapan?""Aku juga enggak tahu kapan pastinya, tapi--" Amelia terkekeh ringan. "Pokoknya berubah.""Perasaanmu saja." Jihan mengaduk minumannya pelan-pelan. Belum menebak maksud dari tudingan temannya tadi. "Boleh aku tanya satu hal?""Ya bolehlah, Mel. Ngapain minta izin segala. Ada-ada aja."Amelia menarik napas pendek, sebenarnya agak ragu dengan apa yang hendak dia pertanyakan. Meski dia tetap menuturkannya, setidaknya dia bisa mendengar tanggapan Jihan. "Kamu suka sama Direktur itu, ya?"Sendok yang berada di tangan Jihan berhenti bergerak. Suara dentingnya memecah keheningan di antara mer
Read more