LOGINMelihat Nathan masih hidup, Elias tak mampu menyembunyikan keterkejutannya. Namun, ia tak punya waktu untuk mengurus pemuda itu. Ada hal yang jauh lebih penting, ia harus menghentikan Ryujin secepat mungkin.Elias melesat dan menghantam Ryujin dengan telapak tangannya. Namun, menghadapi serangan itu, Ryujin hanya membalasnya dengan senyum tipis.Pada saat yang sama, wajah manusia raksasa di langit perlahan memudar, lalu menghilang tanpa meninggalkan jejak.“Tidak—!”Mata Elias membelalak. Ia meraung sekuat tenaga, tak sanggup menerima kenyataan bahwa rencana yang telah disusunnya selama puluhan tahun justru gagal pada saat-saat terakhir.“Aku akan membunuhmu! Aku akan membunuhmu—!”Elias mengamuk dan hendak menghabisi Tuan Ryujin. Namun, sebelum sempat bergerak, tubuhnya mendadak bergetar hebat. Api menyembur dari sekujur tubuhnya, melahapnya dalam sekejap.Elias telah menempelkan sebuah formasi pada wajah manusia raksasa itu. Kini, setelah wajah tersebut lenyap, ia pun tak mungkin be
Nathan menghembuskan napas lega. Namun, sebelum ia sempat beristirahat, genderang raksasa itu mendadak terangkat dari tanah dan melesat ke langit.Elias muncul dari dalamnya, lalu menatap Nathan dengan sorot mata dingin. “Sudah kukatakan, Genderang Sembilan Naga memang artefak yang bagus. Sayangnya, kau belum mampu mengerahkan seluruh kekuatannya!”Usai berkata demikian, Elias mengayunkan telapak tangannya. Genderang Sembilan Naga langsung meluncur ke bawah seperti meteor, mengarah tepat ke Nathan.Nathan segera berguling ke samping dan berhasil menghindarinya.DUAAAR!Genderang itu menghantam tanah dengan keras, menghasilkan gelombang suara yang mengguncang sekeliling.Banyak orang tak sanggup menahan dampaknya. Mereka memuntahkan darah dan tewas seketika.Kondisi Nathan sendiri sudah sangat mengenaskan. Ia telah mengorbankan begitu banyak kekuatan hidupnya hingga hampir tak mampu berdiri. Tanpa pengorbanan itu, ia mungkin sudah kehilangan kemampuan untuk bergerak sejak tadi.“SIAAAL
Sementara itu, para anggota Ordo Maledicta hanya saling berpandangan, kebingungan menentukan sikap.“Saudara-saudaraku, kita telah ditipu selama bertahun-tahun! Sekarang, kita harus menuntut penjelasan. Jika dunia fana hancur, kita semua juga tidak akan luput dari kematian!”Setelah meneriakkan seruan itu, Arkhon memimpin para anggota Ordo Maledicta terbang ke udara.Dalam sekejap, mereka bergabung dengan orang-orang lainnya dan membentuk barisan di hadapan Tuan Ryujin, menghalangi Elias agar tidak bisa mendekat.Elias menatap kerumunan tersebut dengan dingin, sama sekali tidak menunjukkan rasa gentar. “Sekumpulan semut! Apa kalian pikir bisa menantang seekor gajah?”Baginya, sebanyak apa pun jumlah mereka, semuanya tetap tak lebih dari semut.Freya menjadi orang pertama yang melancarkan serangan. Roh pedang itu menerjang Elias, orang-orang lainnya juga mengerahkan seluruh kemampuan mereka.Mantra, energi spiritual, dan berbagai senjata menyerbu Elias dari segala arah.Elias hanya men
SLASSSH!Nathan mengayunkan pedangnya ke arah Elias. Seekor naga emas meraung ketika energi pedang yang tajam menjelma menjadi naga raksasa dan melesat menuju sosok perkasa itu.Namun, Elias sama sekali tidak menunjukkan kekhawatiran. Ia hanya menggerakkan tangan dengan santai, dan energi pedang tersebut seketika ternetralisasi. Naga emas yang terbentuk dari serangan Nathan pun lenyap dalam sekejap.Sesaat kemudian, kekuatan dahsyat menghantam Nathan dengan keras.DUAAAGH! BRAAKKK!Tubuh emas Nathan yang tak terkalahkan seketika hancur menjadi debu, lalu tersapu hembusan angin. Tubuhnya terpental jauh seperti layang-layang yang talinya terputus, sebelum akhirnya menghantam tanah di hadapan semua orang.“Nathan!”Semua orang menatapnya dengan cemas. Tubuh Nathan telah terbenam lebih dari sepuluh meter di bawah permukaan tanah akibat hantaman tersebut.“Tuanku!”Lyra segera berbalik dan berubah menjadi Garuda Bara. Ia mengepakkan sayap besarnya yang berkilauan, lalu memuntahkan bola-bol
Para anggota Ordo Maledicta, termasuk Arkhon, Julian, dan yang lainnya, menatap Elias dengan penuh keterkejutan.Selama ini, mereka mengira sedang menjalankan perintah pemimpin mereka demi mencapai tujuan besar. Namun, kenyataan yang terungkap justru menghancurkan keyakinan tersebut. Mereka hanyalah pion yang dikorbankan demi rencana Elias.Ketika melihat mayat-mayat yang berserakan di tanah, hati mereka terasa seperti ditusuk jarum. Begitu banyak nyawa telah melayang, tetapi mereka bahkan tidak mengetahui tujuan sebenarnya dari semua pengorbanan itu.“Mengapa? Mengapa kau melakukan semua ini?” Nathan menatap Elias dengan kebingungan.Dia tidak habis pikir mengapa Elias rela mengorbankan murid-murid sektenya sendiri. Demi menyamar sebagai Yang Mulia dan memimpin Ordo Maledicta selama lebih dari satu dekade, pria itu telah menipu begitu banyak orang. Bahkan, Julian dan yang lainnya pun tidak menyadari kebenarannya selama bertahun-tahun.Apa sebenarnya tujuan di balik semua ini?“Karena
Gumpalan kabut hitam muncul di angkasa, perlahan membentuk wajah manusia raksasa. Cahaya menyilaukan terpancar dari kedua matanya.Begitu wajah itu muncul, semua orang merasakan ancaman yang belum pernah mereka alami sebelumnya.Mulut raksasa itu perlahan terbuka. Sebuah peti mati perunggu terbang keluar dari dalamnya. Saat peti mati tersebut muncul, patung-patung batu yang tersusun di tanah mulai berguncang hebat.Sesaat kemudian, belasan berkas cahaya dengan warna berbeda melesat keluar dari patung batu. Cahaya itu menyatu di udara, lalu menyelimuti peti mati perunggu tersebut.Cahaya warna-warni membungkus peti mati itu hingga melayang di udara. Pada saat yang sama, kedelapan patung batu perlahan menghilang, dan Sarah beserta yang lainnya berjatuhan keluar dari tempat mereka terkurung.“Sarah!”Melihat Sarah dan yang lainnya terjatuh, Nathan segera bergegas menghampiri mereka untuk memeriksa keadaan mereka.Untungnya, meskipun tubuh mereka tampak lemah, tak seorang pun mengalami lu
Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja
“Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha
Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang
Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N







