"Iya. Aku yang menaburkan 'Debu Neraka', biar kalian berdua mampus. Hih, hih, hih, hih...!""Mengapa kau menghendaki kematian kami, Nini?""Sebenarnya tidak. Aku hanya sekadar pamer kesaktian, biar kau dan kekasihmu itu tahu bahwa ilmuku cukup tinggi, sehingga kalian tidak perlu menentang kehendakku, dan jangan coba-coba melawanku. Hih, hih, hih, hih...!"Pendekar Kera Sakti berbisik kepada Dinada. "Siapa orang ini?""Nini Kutang Katung.""Aku baru mendengar namanya. Kalau kata 'kutang' aku sering mendengar, tapi kalau 'Kutang Katung' baru mendengarnya sekarang.""Dia penguasa Pulau Sarang Iblis, musuh pamanku; Raja Hantu."Pendekar Kera Sakti pun angguk-anggukkan kepala sambil menggumam lirih."Apa maksudmu menemui kami, Nini!" tanya Dinada."Kulihat pusaka itu dititipkan padamu oleh Raja Hantu! Lalu ia lari dari pertarungan setelah kau menghilang. Hih, hih, hih... licik sekali kalian. Sekarang saatnya aku meminta pusak
Read more