Baraka diam, menyimak cerita tersebut sambil duduk di atas sebuah batu, di depan Dinada yang dari tadi menyendiri di samping gubuk tersebut."Aku memergoki pamanku bertarung dengan Nini Kutang Katung. Paman tahu kalau aku ada di sekitar tempat pertarungan tersebut. Ketika Paman terdesak, ia melemparkan sesuatu padaku. Aku segera menangkapnya, dan ternyata Gelang Naga Dewa. Paman menyuruhku agar lari meninggalkan tempat. Aku menurut karena waktu itu dalam keadaan bingung.""Lalu, bagaimana bisa jatuh ke tangan Anak Petir?""Itulah kebodohanku," kata Dinada dengan rasa sesal yang dalam. "Anak Petir sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri. Ketika mendiang Guru masih hidup dan ia masih tinggal di Bukit Kasmaran, Anak Petir sangat sayang kepadaku, dan mengangkatku sebagai saudara kandung. Sebab ia dilahirkan oleh Ibunya sebagai anak tunggal....""Ibunya itu yang menjadi gurumu?""Benar. Nyai Guntur Ayu adalah nama guruku, ibu dari si Anak Petir itu. Ta
Read more