Ashyana tak tahu sejauh mana takdir akan mengubah hidupnya. Entah nanti akan berakhir bahagia atau kesedihan yang menyapa, ia hanya pasrah untuk akhir dari keputusannya itu. Sebab baru sampai dititik ia dinyatakan hamil saja, rasanya pikirannya langsung kosong. Bukan ini jalan yang ia mau, tapi takdir seolah mempermainkannya dan membawanya jauh hingga diposisi ini. Dan sejujurnya Ashyana takut untuk memikirkan apa yang akan terjadi padanya kelak. "Sudah 4 minggu, masih jauh untuk dikatakan aman jadi tolong dijaga dengan baik ya," ucapan dokter Key membuyarkan lamunan Ashyana. Gadis yang dinyatakan hamil itu hanya tersenyum simpul dan mengucapkan terima kasih lirih pada perawat yang membantunya meembersihkan gel usg pada perutnya. "Okey sebelum itu, apa ada keluhan dari Nona Ashyana?" Belum juga membuka mulutnya, Kenan terlebih dahulu menyelanya. "Dia mual parah saat pagi hari dan tubuhnya menjadi tidak bertenaga setelah itu. Makannya juga cukup susah karena mencium bau makana
Magbasa pa