LOGIN"Aku akan merelakan rahimku ditanam benihmu asalkan nikahi aku dulu." tekan Ashyana."Baiklah, kita akan menikah besok." ucap Kenan dengan bibir menyeringai. "Aku sangat menantikan malam pertama kita." bisik pria itu yang membuat Ashyana melotot. *** Ashyana tidak pernah mengira bahwa ibunya tersayang tega menjual rahimnya. Lebih tidak menyangka lagi bahwa ia bertemu pria seperti Kenan, sebagai penanam benih di rahimnya yang penuh misteri dan teka - teki. Pernikahan yang awalnya hanya Ashyana tawarkan untuk formalitas anak yang akan tumbuh di rahimnya, malah membawanya pada kehidupan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
View MoreBunyi kulit saling beradu terdengar dangat nyaring di sebuah kamar hotel. Dua anak adam berbeda jenis kelamin itu begitu terbuai satu sama lain. Kegiatan itu tidak hanya sekali dua kali tapi terjadi berulang kali hingga si gadis mengeluh. "Ashya capekh." Keluhan itu hanya dianggap angin lalu oleh pria yang kini tengah mengungkung Ashyana itu. Seakan tak puas setelah melakukan berulang kali, nyatanya kegiatan itu tak kunjung terhenti. "Tuanh." tubuh Ashyana masih mebgeliat kesana kemari karena tangan nakal pria di atasnya itu. "Panggil namaku dan aku akan mengakhirinya sekali ini." "Tidakh sopanh tuanh." tatapan sayu yang Ashyana berikan bukannya menghentikan kegiatan pria itu di atas tubuh Ashyana tapi malah menjadi. "Cukup panggil namaku dipuncaknya nanti atau kamu mau menambah beberapa ronde lagi?" Ashyana langsung menggeleng kepalanya kuat. Bibir yang rasanya sudah kebas itu semakin kebas saat benda kenyal pria itu memagutnya kesekian kalinya. Ashyana yang sebenarn
Meski sudah tidak pusing lagi, Ashyana memilih bertahan di kamarnya. Ia tbahkan tidak turun untuk sarapan dan itu membuat Kenan kini menghampirinya. Padahal sudah jelas tujuan Ashyana ingin menghindari tuannya itu. "Kamu masih demam?" Refleks tangan Kenan terangkat untuk mengecek suhu Ashyana, dan refleks juga gadis itu memundurkan kepalanya. "Enggak Tuan." jawab Ashyana dengan kepala tertunduk dan jari memilin piyama tidurnya. "Syukurlah, siap - siaplah 30 menit lagi kita keluar." pernyataan yang keluar dari mulut Kenan itu membuat Ashyana mengerjap sebelum mengangguk patuh. "Bi Elle tolong bantu Nona Ashyana bersiap." Bibi Elle pun mengangguk patuh. "Ti-" Ashyana menelan protesn yang akan ia keluarkan begitu teringat prinsipnya semalam. "Ada apa Nona Ashyana?" Kenan yang akan berbalik itu mengurungkan niatnya mendengar suara Ashyana tadi. "Tidak apa - apa Tuan." jawab Ashyana masih dengan kepala menunduknya. Meski merasa janggal Kenan hanya mengangkat sebelah alisnya d
Ashyana masih tenggelam dalm lautan mimpinya saat sebuah tangan besar mengusik tidur nyenyaknya. "Cy jangan menggangguku, aku beneran pusing ih." gumam Ashyana tanpa repot - repot membuka matanya. Ia balikkan tubuhnya dari posisi semula sehingga kini ia memunggungi si pengganggu tidurnya itu. "Langsung periksa saja Steve." Dan tidurnya itu menjadi semakin terusik saat lamat - lamat ia mendengar suara pria yang akhir - akhir ini begitu familiar ditelinganya. Tak lama setelah itu, dapat Ashyana rasakan benda yang ia yakini sebagai stetoskop itu menyentuh dadanya. Karena semakin mengganggu tidurnya, akhirnya Ashyana membuka mata dan langsung dihadapkan pada dua wajah tampan yang sama - sama memasang wajah seriusnya. "Nyonya Ashyana masih merasa pusing?" tanya dokter Steve yang diangguki oleh Ashyana. "Selain itu apa yang dirasakan?" "Udah itu aja Dok." Setelah itu dokter Steve tidak bertanya lagi dan sibuk memilah obat. Ashyana sendiri memilih untuk memejamkan matany
Hari pertama hingga hari terakhir proses penyuntikan diperut Ashyana selalu ditemani oleh Madam Soraya dan Kenan yang sesekali datang untuk melihat prosesnya. Ibu dan anak itu meskipun dengan wajah yang masih angkuh tak tergoyahkan menjadi begitu perhatian dan protektif terhadap Ashyana apalagi Kenan yang kini terlihat lebih manusiawi. Dan ternyata hal itu sangat membantu Ashyana untuk bisa bersemangat menjalani proses ini. Karena jujur saja, sejak penyuntikan pertama Ashyana mulai merasa perbedaan yang sulit dijelaskan pada tubuhnya sendiri dan itu wajar menurut dokter Key. Karena suntikan tersebut sangat berpengaruh terhadap hormonnya jelas menjadikannya begitu lelah baik secara fisik maupun psikisnya. Seperti malam ini, setelah suntikan terakhir yang dilakukan tepat dijam yang sama yaitu pukul 7 malam, Ashyana tiba-tiba menitikkan air matanya sebab moodnya memburuk. Tubuhnya terasa lelah padahal tidak ada kegiatan berat apapun karena memang kegiatannya selama di rumah ini selal
Pria dengan kemeja yang digulung sampai siku itu tampak serius di balik meja kerjanya. Sekretaris pria itu dengan setia di sampingnya dan dengan sigap menjawab ketika ditanya oleh atasan nya itu. Bahkan sekretarisnya rela menahan punggungnya yang pegal dan harus selalu fokus karena atasannya itu te
“Eungh.” Suara lenguhan seorang gadis membuat orang - orang yang sedang sibuk di ruangan itu menghentikan kegiatannya. Mereka mengamati gadis di atas ranjang king size yang perlahan - lahan membuka kelopak matanya itu. Dengan mata sayunya ia melihat sekitar dan tampak mengernyitkan dahinya.“Dimana
Ashyana kini tau kenapa ibunya tega menjualnya pada Madam Soraya. Nyatanya uang memang segalanya di dunia ini. Tapi bukan berarti ia membenarkan perbuatan ibunya itu. Ia bahkan selalu mengutuk perbuatan ibunya itu. Namun melihat sendiri bagaimana uang bekerja di rumah ini, benar - benar membuat As
"Apa ini Rik?" Kenan mengenyitkan dahinya membaca kertas dihadapannya. Kertas yang berisi beberapa poin itu membuatnya kebingungan seketika. "Itu tadi diserahkan Hans atas perintah nyonya Tuan. Tuan Kenan diminta untuk menandatanganinya." Riko yang berdiri disebelah kanan tuannya itu menahan gugup












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.