Ngung! Ngung! Ngung! Pesawat tempur perlahan mendarat di tengah reruntuhan. Setelah pesawat tempur mencari tempat untuk berhenti dengan stabil, Shazana dan lainnya berjalan keluar.Awalnya Arata mengira semua ini adalah pesawat tempur Negara Yumai, jadi dia sangat ketakutan. Namun, dia melihat orang Negara Darsia yang berjalan keluar dari pesawat tempur.Apalagi, Arata melihat Saba dan Yahsva. Tentu saja dia mengenali mereka.Arata segera menghampiri kedua pejabat senior itu, lalu memberi hormat dan menyapa, "Pak Saba, Pak Yahsva, kalian sudah datang jauh-jauh ke Negara Yumai. Tolong maafkan aku yang terlambat menyambut kedatangan kalian."Saba tidak mengenal Arata, tetapi Arata bersikap sangat sopan kepadanya. Jadi, dia bertanya kepada Tirta, "Tirta, dia ini ...."Tirta menjelaskan, "Kak Saba, dia ini ayahnya Bu Ilona. Aku bukan suruh dia jadi presiden, melainkan Bu Ilona. Kak Saba tenang saja, dia nggak akan mengkhianati kita."Arata tersenyum ramah dan menimpali, "Benar. Kalian tena
Read more