'Kalau Tirta cacat, kalian pasti sedih!' batin Shazana. Namun, dia tetap mengerahkan seluruh tenaganya.Pukulan Shazana memang tidak sakit bagi Tirta, rasanya seperti digelitik. Setelah Tirta dipukul belasan menit, Nabila dan lainnya tahu Tirta pasti baik-baik saja. Amarah mereka juga hampir reda.Akhirnya, Ayu angkat bicara, "Bibi, jangan pukul Tirta lagi. Kamu pasti lelah, istirahat dulu."Shazana tertawa dan berhenti memukul Tirta. Dia menimpali, "Oke, aku memang lelah. Kalau kalian masih merasa kesal pada anak sialan ini, lanjut beri dia pelajaran. Aku istirahat dulu."Shazana membawa Orion yang menyaksikan keramaian pergi. Sekarang hanya tersisa Tirta dan para kekasihnya di geladak.Ombak bergemuruh diiringi embusan angin laut. Tirta merapikan rambutnya, lalu menghampiri para kekasihnya seraya tersenyum dan bertanya, "Istri-istriku, siapa yang mau bercinta denganku dulu?"Agatha yang keras kepala tetap menolak, "Cih, cuma itu yang kamu pikirkan setiap hari. Ini bukan tempat yang c
Read more