Tirta menghibur, "Linda sayang, kamu nggak mimpi. Maaf, aku yang salah nggak menjagamu dengan baik. Tapi, kamu juga salah. Ke depannya kamu nggak boleh keluar sendirian lagi tanpa persetujuanku. Paham?"Tirta berbicara dengan sangat lembut.Linda menyahut dengan manja, "Iya ... Guru .... Aku yang salah ... sampai-sampai kamu harus datang jauh-jauh ke sini untuk menyelamatkanku ...."Tirta menepuk punggung Linda dengan lembut sambil menanggapi, "Sudahlah, jangan menangis lagi. Matamu sudah bengkak. Kali ini, aku nggak akan menghukummu. Kalau kamu mengulangi perbuatanmu lagi, aku pasti akan memukul bokongmu!"Linda tidak bersuara, tetapi dia memeluk Tirta lebih erat. Sementara itu, dua putri pejabat penting maju dan berkata kepada Linda dengan ekspresi terkejut."Putri Linda, ternyata Pak Tirta ini gurumu?""Pantas saja dia sangat memedulikanmu."Linda mengangkat kepalanya dan bertanya dengan ekspresi bingung, "Elizabeth, Adeline, kapan kalian mengenal guruku? Apa dia menemukanku melalui
Read more