Mendengar suara Ayu dan lainnya, Devika yang malu merasa bagaikan dijatuhi hukuman mati. Bahkan Devika merasa seperti menjadi objek tontonan.Devika langsung gelisah begitu memikirkan hal itu. Lebih baik dia langsung dihukum mati saja.Devika berseru, "Ah, jangan! Kalian lanjut bersenang-senang saja. Aku nggak mau! Aku pulang dulu, sampai jumpa!"Kali ini, Devika benar-benar kabur. Sayangnya, Tirta sudah menghampiri Devika dan mencegatnya.Tirta merentangkan kedua tangannya dan menyeringai. Dia bertanya, "Hehe. Devika, kamu mau pergi ke mana?"Devika memejamkan mata sambil mengayunkan tinjunya. Dia menegaskan, "Cepat minggir, aku mau pulang ke ibu kota. Aku nggak mau bersamamu lagi!"Tirta berdecak, lalu menanggapi, "Sudah kubilang wanita suka bilang sesuatu yang bertentangan dengan isi hatinya. Kalau kamu bilang mau pulang, itu berarti kamu nggak mau pulang! Kalau kamu bilang nggak mau, itu berarti kamu mau. Oke, malam ini aku pasti akan memuaskanmu!"Tirta langsung menggendong Devika
Read more