"Siapa takut? Kamu kira aku nggak berani?" tantang Rosie dengan ekspresi arogan. Saat hendak melangkahkan kakinya, dia berpikir sejenak dan berbisik kepada Yelena, "Yelena, bagaimana kalau kita pergi sama-sama? Jadi, kamu juga bisa melihat kehebatan Tuan."Yelena menyipitkan matanya sembari menyahut, "Kamu pergi sendiri saja, untuk apa kamu ajak aku? Aku rasa kamu nggak berani pergi.""Cih! Kalaupun aku nggak berani pergi, setidaknya aku berani memikirkannya. Kamu bahkan nggak berani memikirkannya. Kamu mau pergi atau nggak? Kalau nggak, ke depannya kita bukan sahabat lagi," tegas Rosie.Sebenarnya Rosie ingin pergi, tetapi dia takut Tirta marah. Jadi, Rosie ingin mengajak Yelena. Dengan begitu, dia tidak perlu menanggung kesalahan sendiri."Ya sudah, kita pergi saja. Nanti kamu jangan takut," balas Yelena. Dia langsung berhasrat begitu teringat dengan keperkasaan Tirta di pesawat terbang sebelumnya. Kemudian, Yelena memutuskan untuk keluar dari kamar pasien."Hei! Yelena, tunggu aku!"
Read more