Namun, semua orang di perahu kayu tidak memperhatikan kondisi Xabian.Fiona sangat antusias. Dia melompat-lompat, lalu merangkul lengan Tirta dan menggoyangnya sambil berkata, "Tirta, cepat beri tahu aku. Apa ke depannya aku juga bisa sehebat ini? Keren sekali. Kalau nggak menguasai teknik ini, aku pasti bisa hidup kembali dari peti mati karena punya penyesalan."Tirta berbicara terus terang, "Sepertinya kamu nggak bisa, tapi seharusnya Sherina bisa."Fiona merasa tidak rela. Dia membuka matanya lebar-lebar dan memelas pada Tirta dengan manja, "Ah ... jangan. Kenapa kamu begitu? Tirta, nanti malam aku akan berusaha lebih keras. Coba kamu pikirkan apa ada cara biar aku bisa menguasainya? Tirta, kumohon ...."Tirta yang tidak tahan dengan godaan Fiona menyetujui seraya mengangguk, "Oke. Kalau kamu bisa memuaskanku, aku akan bantu kamu pikirkan cara."Fiona tersenyum lebar. Dia yang antusias mencium Tirta dan berujar, "Hehe .... Tirta, kamu baik sekali. Ke depannya aku nggak akan bilang k
続きを読む