Kamala bertanya, "Mereka ada di mana? Kenapa aku nggak melihat mereka? Selain itu, sebenarnya berapa umurmu? Aku belum pernah lihat kultivator tingkat inti emas semuda kamu. Jangan-jangan kamu itu pria tua yang hidup kembali dengan merebut tubuh orang lain?"Tirta tetap memandang ke depan dan membalas dengan datar, "Kamu terlalu cerewet."Kamala mengomel di dalam hati, 'Huh, tadi dia bilang mau melecehkanku. Sekarang dia malah sok cuek. Aku benar-benar nggak memahami pemikiran orang ini.'Tiba-tiba, terdengar bentakan seseorang dari kejauhan. Orangnya belum terlihat, tetapi suaranya sudah terdengar. Sepertinya orang itu mengamuk. "Bocah nggak tahu diri, cepat lepaskan muridku dan siap-siap untuk mati!"Kata-kata terakhir orang itu terus bergema hingga membuat awan di sekitar buyar.Mata Kamala berbinar-binar. Dia berseru, "Ah, itu suara guruku!"Kemudian, terdengar suara wanita paruh baya yang dingin. "Kamala, penjahat itu nggak menyakitimu, 'kan? Jangan panik, aku akan segera menyelam
Read more