Namun kemudian ia menghela napas.Lalu tertawa kecil.Jasmine menatapnya.“Maaf…” kata Atar.Bukan karena rencana gagal.Tapi karena semuanya jadi kacau.Ia berdiri.Menarik Jasmine pelan.“Sepertinya aku memang tidak berbakat romantis,” katanya jujur.Beberapa orang tertawa kecil.Namun tatapan Atar berubah.Lebih serius.Ia menggenggam kedua tangan Jasmine.“Tapi…” lanjutnya pelan,“perasaanku tidak pernah main-main.”Sunyi.Kekacauan tadi perlahan mereda.Semua orang mulai memperhatikan lagi.Atar menatap Jasmine dalam.“Aku tidak bisa menjanjikan momen sempurna…”Ia tersenyum tipis.“Seperti yang kamu lihat… aku bahkan gagal total hari ini.”Beberapa orang tertawa.Namun Jasmine, tidak.Matanya menatap Atar dengan serius. Namun jantung berdebar dengan cepat.“Tapi…” suara Atar melembut,“aku bisa menjanjikan satu hal.”Ia menggenggam tangan Jasmine lebih erat.“Aku akan selalu berusaha… untuk kamu.”Deg.Dan tanpa berlutut lagi, tanpa suasana sempurna—“Jasmine…”“maukah kamu meni
Read more