Giman dan Intan terdiam.Mereka berdua terbengong sejenak, lalu segera menjelaskan, “Kalian sudah salah paham. Kami ….”Belum sempat mereka menyelesaikan omongan mereka, polisi tua tiba-tiba meneteskan air matanya. “Tuhan memang baik, nggak memutuskan garis keturunan Keluarga Juanda, bahkan mengutus 2 besan yang begitu baik hati dan istri yang begitu cantik!”“Saat Pak Tristan masih hidup dulu, dia pernah bilang profesi kami sangat berbahaya, belum tentu ada hari esok. Tapi, kalau kami nggak melakukannya, juga mesti ada orang yang melakukannya! Kami melakukannya juga demi negara dan masyarakat. Selain itu, kami juga melakukannya demi keturunan kami sendiri!”“Saat Keluarga Juanda dilenyapkan, entah betapa sedihnya kami! Ayahnya Tristan adalah rekanku. Kami selalu berjuang bersama. Hubungan kami boleh dikatakan seperti saudara kandung saja. Tapi, dia malah mati mengenaskan waktu itu.”“Ayahnya Tristan menyerahkan Tristan kepadaku. Aku pun menganggapnya sebagai anak kandungku sendiri, me
Read more