Xiao Tian menyaksikan sendiri betapa peringkat lima belas Penguasa Dewa Sejati bisa membuat dunia runtuh dan hidup-mati ditentukan dalam satu benturan. Karena itu, ketika Ayahnya menyebut ada ranah di atasnya, pikirannya seolah ditarik keluar dari kerangka lama yang ia pegang selama ini. Jadi dia benar-benar terkejut mendengar informasi baru ini, terlebih lagi Ayahnya bukan kultivator era kuno maupun kultivator Era Abadi. Di era sekarang juga Ayahnya masih terbilang sangat muda jika dibandingkan monster-monster tua yang berusia puluhan ribu tahun, namun pencapaiannya telah melampaui sejarah itu sendiri. Keterkejutan itu bukan sekadar karena nama ranah, melainkan karena maknanya. Jika ranah itu benar ada, maka segala hal yang ia anggap mustahil selama ini memang bukan mustahil, hanya belum cukup tinggi. Dan jika Ayahnya sudah sampai di sana, maka banyak kejadian yang pernah ia lihat, yang ia kira sebagai keajaiban, ternyata hanya bagian kecil dari kemampuan yang nyata. “Ayah, jika s
Last Updated : 2026-01-09 Read more