Wakil Jenderal berdiri sendirian di tengah badai itu, sosoknya terisolasi di ruang hampa yang dipenuhi ancaman fatal. Tubuhnya tampak sangat kecil di hadapan manifestasi kemurkaan langit. Baju zirahnya bergetar hebat, retakan halus mulai muncul di pelindung bahunya akibat tekanan udara yang terlalu padat, namun kakinya tetap terpancang kokoh di udara kosong. Ia tidak mencari tempat berlindung. Ia tidak melihat ke bawah untuk mencari dukungan. Ia menatap ke atas, menjaga jarak emosinya tetap rapat, seolah ia hanya menghadap satu musuh seperti biasa, bukan putusan yang datang dari langit. Ia meraung, memacu seluruh Energi Ilahi di tubuhnya hingga batas maksimal, siap menyambut kematian atau kebangkitan dengan pertaruhan nyawa. Aura keemasannya meledak keluar, membentuk perisai terakhir di sekeliling tubuhnya, menantang dominasi ungu di atasnya. BOOOOM! Tabrakan itu terjadi di titik kulminasi. Naga Petir itu menghunjam, menabrak tubuh Wakil Jenderal dengan kekuatan mutlak. Ledaka
Last Updated : 2026-01-06 Read more