Wanita muda berlari-lari kecil menghampiri mereka. Dia mengenakan gaun santai terusan berwarna putih, yang menonjolkan aura kepolosannya. Saat mengedarkan pandangan ke masing-masing orang, wanita muda itu menyunggingkan senyum hangat. Evan lantas merubah sikapnya. Tiba-tiba dia menjadi antusias. "Kirana! Kamu dari mana? Aku cari-cari kamu."Kirana menjawab pelan, "Aku ke toilet, Evan. Maaf, ya, membuatmu bingung mencariku.""Nggak, kok! Aku cuma cemas. Beruntunglah, kamu baik-baik aja," sahut Evan penuh pengertian. Pemuda itu tersenyum bak orang bodoh yang cintanya tampak begitu jelas tertulis di kening.Setidaknya begitulah menurut Rosa. Raut wajah Rosa tenang dan damai setelah keterkejutan sesaat tadi. Dia mencibir, [Kirana menyusul Devon ke sini, kah? Ckckck. Dunia memang sempit.]Rosa melengos berjalan menjauh tanpa banyak bicara lagi, melihat dirinya seperti tak dianggap oleh Evan dan Kirana.[Heh. Niat menyusul, tapi belum apa-apa sudah mendekati laki-laki lain. Maksudnya ingi
Last Updated : 2026-01-03 Read more