Saat mengatakan itu, Laras diam-diam melirik Andini. Setelah itu, dia menurunkan volume suaranya dan bertanya dengan penasaran, "Soekarno, Nona kami sebenarnya menyuruhmu melakukan apa? Misterius sekali."Soekarno melirik Laras sekilas, lalu menerima mangkuk obat itu dan meneguknya sampai habis. Setelah itu, dia berdiri di samping dengan kedua tangan terlipat dan pandangannya lurus ke depan, seolah-olah tidak mendengar pertanyaan Laras sama sekali dan diam seperti patung batu.Laras merasa kesal, tetapi dia juga tahu dia tidak akan mendapat jawaban. Setelah berdecak, dia langsung membawa mangkuk kosong itu pergi.Waktu pun berlalu detik demi detik. Matahari makin tinggi dan sudah hampir siang. Saat itu, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa dan kacau dari luar halaman samping, disertai teriakan dan rintihan yang samar-samar. Pintu halaman yang tertutup rapat didorong buka dengan keras.Terlihat Ikhsanun, Janur, dan yang lainnya yang kembali setelah pergi. Namun kali
اقرأ المزيد