"Ingin rasanya aku menyusul muridku dan memberikan bantuan padanya untuk mengatasi setiap kesulitan. Pasti perjalanan untuk mendapatkan Pedang Pusaka Istana Es menjadi sulit karena kuyakin banyak tokoh yang menginginkan senjata aneh sakti mandraguna itu." Kata si nenek.Dia terdiam lagi, namun tangan kirinya tiba-tiba terkepal. Dia terlihat begitu marah, tak jelas kesalahannya ditujukan pada siapa."Semuanya gara-gara Pedang Pusaka Istana Es. Aku bersusah payah, rela mengambil resiko besar juga karena Pedang Pusaka Istana Es. Kalau tidak buat apa dulu aku mau membantu Sang Maha Sesat melakukan penyerbuan ke Istana Pulau Es!" Pikir nenek renta Si nenek terdiam lagi.Dia memutuskan kembali ke tempat pembaringannya. Sayang baru saja setindak dia melangkah. Sekonyong-konyong kesunyian di Puncak Terang pecah terbelah oleh pekikan burung hitam jejadian Jerit Nyawa.Burung yang biasa tidur, bertengger di sebelah atas pintu depan pondok tidak hanya keluarkan suar
Baca selengkapnya