"Apa yang terjadi denganmu, Kataran?" Tanya Angin Pesut pada sang penjaga yang ternyata bernama Kataran.Laki-laki itu membuka mulut hendak mengucapkan sesuatu. Tapi nampaknya begitu sulit. Nafas memburu, lidah terjulur keringat dingin menetes deras membasahi sekujur tubuhnya. Melihat ini Angin Pesut berusaha memberikan pertolongan. Jemari tangan yang besar diulur, ditempelkan ke dada Kataran. Tenaga dalam disalurkan. Usaha ini cukup menolong. Tapi Angin Pesut menyadari hidup Kataran tak bakal berlangsung lama.Angin Pesut cepat mendesak."Apa yang telah terjadi?"Kataran menunjuk keluar gua. Dari mulut terdengar ucapan tersendat."Musuh sudah datang!"Selesai berkata begitu sang pengawal jatuh tergelimpang, tubuh berkelojotan kemudian berubah menghitam dan tewas seketika.Angin Pesut menggeram.Dia bangkit, melangkah keluar tinggalkan gua dengan tubuh terhuyung dan kepala mau meledak. Mengetahui terkena serangan beracun yang menebar melalui udara si kakek diam-diam salurkan hawa sakt
続きを読む