Setelah itu dia terdiam lagi, namun tak lama segera melanjutkan. "Waktu terus bergulir, aku sendiri tak punya banyak waktu. Masih banyak tugas yang harus kuselesaikan. Aku harus...!"Belum lagi si gadis sempat menyelesaikan ucapannya. Tiba-tiba Pendekar Sinting memotong."Sebelum pergi kuharap kau mendengarku dulu. Ketahuilah aku telah memutuskan akan segera berangkat ke Blora. Aku harap adipati bisa kuajak bicara tentang senjata yang pernah diambilnya dari Lembah Bangkai. Bila dia bersedia mengembalikan Cambuk Sakti Naga intan kepada pemiliknya yang sah, menurutmu apakah kemungkinan pertumpahan darah yang lebih besar dapat dihindari?"Mendengar pertanyaan Pendekar Sinting, Penyair Sinting tersenyum. Dia sendiri tidak begitu yakin apakah pertumpahan darah dapat dihentikan begitu cambuk si pemilik Harimau Setan dikembalikan pada si nenek. Senopati kemungkinan besar pasti bakal mempertahankan senjata rampasan tersebut.Apapun yang terjadi, sejak awal Penyai
Read more