Erika terbangun saat dinihari, merasakan lengan berat menimpa pinggangnya dari belakang. Meskipun tidurnya nyenyak, namun setiap kali ia sedikit bergerak, Hvitserk akan menggosokkan telapak tangannya yang hangat ke atas kulit perut Erika sambil bibirnya berdesis pelan, menenangkan. "Sssttt ...tidurlah, tidur yang nyenyak." Erika berbalik perlahan, menghadap ke arah Hvitserk yang tampaknya baru terlelap, karena sibuk mengurusnya sejak tengah malam. "Terima kasih, Caro-sayangku." bisik Erika lirih.Erika melabuhkan kecupan lembut ke sudut bibir Hvitserk.Seolah memiliki naluri perlindungan, Hvitserk langsung menarik tubuh Erika lebih dekat. Lengannya mengerat, sementara telapak tangannya beralih membelai punggung Erika dengan gerakan lembut.Menyadari yang disentuhnya bukan lagi perut, kelopak mata Hvitserk terbuka refleks.“Lyubimaya …” suaranya serak khas bangun tidur, “perutmu kram? Atau masih tidak nyaman?”Erika justru menyusup lebih dalam ke pelukan suaminya itu, memeluknya erat
Last Updated : 2026-03-19 Read more