Erika dan Salbia duduk di kursi paling pojok di teras kafe. Dari sana, mereka bisa melihat Nyonya Irina, Nyonya Lucia, dan Tuan Marrins yang sibuk menyuapi buah pada Vany dan Liwa, meski kedua anak itu masih memiliki tenaga penuh untuk berlarian dan saling mengejar tanpa lelah.Tak jauh dari mereka, Hvitserk dan Armando duduk santai, mengawasi anak-anak dan orang tua mereka dengan tenang. Sementara itu, Naira digendong Enrico, diajak berjalan menyusuri tepi danau."Senang sekali akhirnya kita bisa berkumpul seperti ini." tutur Salbia sambil memotong waffle vanila di piring, menyuap dan mengunyahnya pelan. Erika tersenyum dan menganggukkan kepala, turut menyuap waffle vanila yang sudah dipotong-potong Salbia. "Aku benar-benar tak menduga jika istri yang disembunyikan oleh Mister Walikota adalah dirimu, sahabatku." Salbia terkekeh rendah, "Armando sangat posesif. Dia pencemburu berat. Dia tak mengijinkanku tampil sendiri di depan umum, sedangkan dirinya sibuk. Tapi, aku juga bahagia
Last Updated : 2026-04-04 Read more