Suasana di taman belakang rumah keluarga Enzo terasa hangat, ditemani semilir angin sore. Di bawah langit yang mulai memerah, Carmen berdiri dengan koper di sisinya. Wajahnya terlihat tenang, meski ada sedikit kesedihan terpancar dari matanya. Di depannya, Arumi, Enzo, dan ibu Alba menatapnya dengan berbagai perasaan—haru, lega, dan penuh penghormatan.Carmen menarik napas panjang sebelum memulai, menatap Arumi dengan sorot mata yang tulus. “Arumi, aku ingin meminta maaf untuk semua hal yang pernah kulakukan. Untuk kata-kata pedasku, sikapku yang tidak tahu diri, dan… terutama karena aku mencoba merebut Enzo darimu.” Suaranya sedikit bergetar, tetapi ia melanjutkan, “Aku sadar, semua yang kulakukan adalah bentuk dari kesalahan dan rasa iri yang tidak seharusnya aku pelihara. Kamu wanita yang jauh lebih kuat dan mulia dari yang aku bayangkan.”Arumi, yang tengah menggendong bayi perempuannya, tersenyum lembut. “Carmen, aku memaafkanmu. Aku selalu percaya bahwa setiap orang bisa berubah
Last Updated : 2025-05-23 Read more