Pagi itu, proyek kembali ramai.Suara mesin terdengar dari berbagai arah. Besi dipukul. Semen diaduk. Para pekerja mondar-mandir membawa peralatan masing-masing.Namun bagi Fauzan...semuanya terasa berbeda.Sejak mendengar suara lirih yang menyebut satu huruf pada sore sebelumnya, pikirannya terus tertuju pada satu hal.T.Inisial yang muncul di buku utang Mbak Minah.Inisial yang juga muncul di buku tamu perumahan.Dan sekarang...seolah ikut disebut oleh suara yang mereka yakini berasal dari Mbak Minah.Fauzan duduk di depan mess sambil membuka catatannya.Bagas datang membawa dua gelas kopi."Zan.""Hm?""Isih mikir T?"(Masih memikirkan T?)Fauzan mengangguk."Iyo."(Iya.)Bagas menyerahkan kopi."Nganti ora turu?"(Sampai tidak tidur?)"Turune sedhela."(Tidurnya sebentar.)Bagas duduk."Menurutmu wong kuwi tenan ana?"(Menurutmu orang itu benar-benar ada?)Fauzan menatap halaman catatannya."Ana."(Ada.)"Yen ora ana, ora mungkin ana tanda tangane."(Kalau tidak ada, tidak mung
Last Updated : 2026-08-20 Read more