Luis menatap ke luar jendela dengan penuh harapan.Zahra mengangguk. "Ayahanda pasti akan mewujudkannya."Tentu saja akan terwujud.Semua itu telah dia persiapkan lebih dari sepuluh tahun, lintas berbagai negeri. Bukan hanya peta rute yang diberikan Keswan, tetapi juga rute yang disiapkan Gilang. Semuanya ingin mereka kunjungi satu per satu."Mulai besok, Zahra akan tinggal di istana," ujar Zahra sambil tersenyum.Sebelumnya dia sempat dibuat kalut oleh perasaan yang belum jelas arahnya. Kini dia sadar, jika sekarang tidak meluangkan waktu untuk benar-benar berkumpul sebagai keluarga, kelak Ayahanda, Ibu, bahkan Zenna mungkin akan ikut bepergian. Saat itu, sekalipun dia ingin bertemu, yang tersisa hanyalah rindu dari kejauhan."Selamat jalan, Ayahanda," ucap Zahra memberi salam.Di luar kediaman Putri Mahkota, semua orang mengantar kepergian Kaisar, "Selamat jalan, Kaisar!"Zahra menoleh ke arah Arya. "Coba tebak, apa yang Ayahanda bicarakan denganku?" Sambil berkata demikian, dia berb
Read more