"Baik, Tuan Ferris," jawab Bambang sambil menggaruk kepalanya, benar-benar tidak mengerti apa yang membuat tuannya marah.Ferris awalnya sudah menunggang kudanya pergi, tetapi entah mengapa dia berbalik lagi dan langsung menuju Kediaman Putri Mahkota. Dia pun melaporkan identitasnya, "Aku datang untuk memohon bertemu dengan Putri Harmoni."Penjaga menjawab, "Putri Harmoni sudah keluar.""Apa?"Ferris tertegun sejenak, lalu bertanya, "Pergi ke mana?"Karena menghormati Sura, penjaga itu menjawab dengan sabar, "Kami mana tahu Putri Harmoni akan pergi ke mana."Ferris menganggukkan kepala. "Terima kasih."Setelah mengatakan itu, Ferris memanggil Bambang dan langsung mengarah ke Jalan Damai. Bagaimanapun juga, mereka memang tidak memiliki tujuan, hanya berkeliling tanpa arah di jalanan. Namun, saat berkeliling, dia malah melihat sosok yang familier.Bambang langsung berkata, "Bukankah itu Putri?"Ferris membalas dengan kesal, "Aku nggak buta. Tapi, apa yang sedang dilakukannya?"Dia meliha
Read more